Sabtu, 26 Mei 2012

Istilah-istilah / kata kata di perkeretaapian indonesia


AB = Air Brake
Abar = Rem
Aspan = As Panas
B = Begasi
BC = KA Barang Cepat (bisa juga disingkat KABAT)
BP = Begasi + Power
BH = Bangunan Hikmat (jembatan)
BH = Berjalan Hati-Hati (form)
BK = Berat Kosong
BLB = Berhenti Luar Biasa
BSS = Berjalan Sepur Salah (form)
BV = BanVak
BY = Balai Yasa
DE = Diesel Elektrik
DEMU = Diesel Electric Multiple Unit
DMU = Diesel Multiple Unit
DK = Kepala Distrik Jalan dan Bangunan
DT = Dobel Traksi (?) DH = Diesel Hidraulik
DC = Daily Check Up
DKA = Departemen Kereta Api
DAO = Dipo Angkutan Operasional (?)
DirTek = Direktur Teknik
DirOp = Direktur Operasional
DirBangUs = Direktur Pengembangan Usaha
DirPum = Direktur Personalia dan Umum
DirKeu = Direktur Keuangan
Dirut = Direktur Utama
EMU = Electric Multiple Unit
Gapeka = Grafik Perjalanan Kereta Api
GW = Gerbong pengangkut semen dengan satu gandar
GGW = Gerbong pengangkut semen dengan dua gandar
H = Habis
HSD = High Speed Diesel
JPJ = Juru Pemeriksa/Penilik Jalan
JRA = Juru Api
JRR = Juru Langsir, Juru Rem Rangkai
JRS = Juru Rumah Sinyal
KaDaOp = Kepala Daerah Operasi
KaDiv = Kepala Divisi
KaDivRe = Kepala Divisi Regional
KaUr = Kepala Urusan
KaSi = Kepala Seksi
KaSubSi = Kepala Sub Seksi
KAP = Kereta Api Penolong (form)
KAIS = Kerata Api Inspeksi
KABUS = bukan singkatan (adalah gerbong terakhir yg digunakan pada rangkaian KA Barang, digunakan utk tempat PLKA / KP dengan ukuran sebesar kontainer 20 feet.
Kasus = Karcis Khusus
KBD = Kartu Bukti Diri / Kartu Bulanan Dinas (yang jelas bukan Kagak Bawa Duit) KRD = Kereta Rel Diesel
KRDE = Kereta Rel Diesel Elektrik (Buatan Indonesia)
KRDI = Kereta Rel Diesel Indonesia (Buatan Indonesia)
KRL = Kereta Rel Listrik
KRLI = Kereta Rel Listrik Indonesia (Buatan Indonesia)
KDG = Kepala Dipo Gerbong
KDK = Kepala Dipo Kereta
KDT = Kepala Dipo Traksi
KLB = Kereta Luar Biasa
KM = Kereta Makan
KP = Kondektur Pemimpin
KS = Kepala Setasiun
KSB = Kepala Stasiun Besar
KMP = Kereta Makan + Power
KKBW = Kereta pengangkut batubara dengan 2 gandar
KKW = Kereta Ketel + Westinghouse (rem angin ?)
KR = Kepala Ruas
KT = Kereta Tidur
KN = Kepala Divisi Niaga
Lapka = Laporan Kereta Api
LGS = langsir (kt kerja), langsiran (kt benda)
LHM = Laporan Harian Masinis
LokPen = Lokomotif Penolong / Pendukung (?)
Lokpd = Lokomotif Pendorong
LPT = Lok Pengganti
MALKA = Maklumat Perjalanan Kereta Api (Berlaku selama jangka waktu yang ditetapkan)
Mas = Masinis
M = Makan (Kereta Makan) / bila disambungkan dengan huruf lain seperti KM, bila berdiri sendiri M = Kompartemen, angka di belakang adalah kelas (1=eksekutif, 2=bisnis, 3=ekonomi), M = Motorized Car
MC = Motorized Cabin Car / Monthly Check Up
MD = Mesin Diesel / Motor Diesel
MD = Mulai Dinas, Mulai Dioperasikan
MG = Motor Generator
MS = Perintah Melalui Sinyal Tidak AMan (Perintah MS – Form)/Melanggar Sinyal
NKV = Kepala Sub Divisi Pembukuan Niaga
NR = Kereta Penolong
PAP = Pengawas Peron
PC = Power Car
PJ = Penilik Jalan
PJL = Perlintasan JaLan (?)
PPK = Pemberitahuan tentang Perjalanan Kereta Api (Berlaku selama 1 bulan) PPKA = Petugas Perjalanan Kereta Api
PK = Pusat Kendali (Pusat Komunikasi)
PKST = Pekerja Stasiun
PL = Peritiwa Luar Biasa
PLKA = Pelayan Kereta Api (maksudnya : teknisi)
PLH = Peristiwa Luar Biasa Hebat
PLB = Perjalanan Luar Biasa
PJKA = Perusahaan Jawatan Kereta Api
PNKA = Perusahaan Nasional Kereta Api
PPKA = Pengatur / Pemimpin Perjalanan Kereta Api
Perka = Perjalanan Kereta Api
PPCW = Gerbong barang tanpa atap dan dinding samping
PTP = Pemberitahuan Tentang Persilangan
PUK = Pengawas Urusan Kereta
PLKA = Pelayan Kereta Api
PA = Pemeriksaan Akhir
PA YAD = Pemeriksaan Akhir Yang Akan Datang
PRAMI = Pramugari
PRAMA = Pramugara
POLSUSKA = POLisi khuSUS Kereta Api
R = Rebuilt, Reglemen
RH = Rehabilitasi (ex konservasi)
RM = Rencana Muatan
RinJa = Rintangan Jalan
S = Semboyan/Kereta Spesial (kereta yang khusus untuk sewa)
SAP = Surat Angkutan Percuma
SK = Kepala Seksi Jalan dan Bangunan
SKAB = sistem kereta api blok
SINTELIS = Sinyal Telekomunikasi dan Listrik
SINTEL = Sinyal Telekomunikasi
SETK = Selubung Engkol Tekanan Kelebihan
T = Tabel/Trailer Car
Taspat = Pembatasan Kecepatan
TC = Trailing Cabin Car / Traction Car (?)
TS = Tegangan Statis / Train Set (?)
TEM = Telegram Maklumat (Berlaku selama 1 hari)
TELIS = TElekomunikasi dan LIStrik
TTU = Gerbong uji
TTW = Gerbong pengangkut kerikil ballast
Wasi = Pengawas Seksi
WasTek = Pengawas Teknik
W = gerbong/kereta dengan rem angin (W diambil dari Westingouse)
R = gerbong/kereta dengan rem tangan/mekanik
A = Kelas 1 (AW berarti kereta kelas 1/eksekutif dengan rem angin/westinghouse)
B = Kelas 2 (BW berarti kereta kelas 2/bisnis dengan rem angin/westinghouse)
C = Kelas 3 (CW berarti kereta kelas 3/ekonoi dengan rem angin/westinghouse)
M = Kereta dengan mesin sendiri
contoh: MCW 300 adalah kode untuk KRD Kuda Putih, MCW 301 adalah kode untuk KRD Shinko yang berarti kereta dengan mesin kelas 3/ekonomi dengan rem angin/westinghouse (kalo kode 300 mungkin maksudnya dengan mesin diesel bertransmisi diesel-hidraulik dengan batch pertama, CMIIW) yang kemudian berkode KD3-761xx
Kode D menandakan batas kecepatan/taspat maksimum selama perjalanan adalah 60 km/h. (ini di gerbong zaman dulu dengan bogie K5, CMIIW) (kode D dipakai saat menggunakan bogie K3, contohnya kereta joko kendil)
Kode E menandakan batas kecepatan/taspat maksimum selama perjalanan adalah 80 km/h.
Kode F menandakan batas kecepatan/taspat maksimum selama perjalanan adalah 120 km/h.
Kode angka di bawahnya adalah massa total gerbong dalam keadaan kosong/tanpa penumpang (dalam satuan ton).
Jadi, E 37 adalah gerbong mempunyai taspat maks 80 km/h dan massa kosongnya 37 kg. (seperti yang sudah saya jelaskan dulu, angka 37 itu bukan massa kosong, melainkan berat muat Kereta tersebut.)
K1 : Gerbong kelas eksekutif
K2 : Gerbong kelas bisnis
K3 : Gerbong kelas ekonomi
BP : Bagage Power = Gerbong pembangkit listrik
KMP3 : Kereta makan + power (pembangkit listrik) kelas ekonomi
KMP2 : Kereta makan + power (pembangkit listrik) kelas bisnis
PPCW : gerbong kurs batubara bergandar 2, dipakai di babarandek jalur THB (yang benar bergandar 4, kalo 2 kodenya hanyalah PCW)
M1 : kompartemen 1
ZZOW : gerbong pasir bergandar 2 (gandar 4, jika 2 kodenya ZOW)
KKBW : gerbong kurs batubara bergandar 2 (gandar 4), dipakai di babaranjang divre 3
GGW : gerbong pengangkut semen bergandar 2 (gandar 4)
YYW : gerbong pengangkut pasir bergandar 2 (gandar 4) (CMIIW) (yang benar adalah gerbong berdinding setengah tertutup tanpa dilengkapi atap, digunakan untuk angkutan pasir kwarsa)
TTW : gerbong pengangkut ballast bergandar 2 (CMIIW) (gerbong berdinding setengah tertutup yg dilengkapi atap dan bergandar 4, digunakan untuk mengangkut pasir kwarsa dan angkutan semen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar